Tahun Baru?

Hai!

Kira-kira berapa banyak diantara kalian yang larut dalam kemeriahan perayaan tahun baru?

Kira-kira berapa banyak diantara kalian yang merogoh kocek cukup dalam sekedar untuk eksis dalam perayaan tahun baru?

Well, it’s all on yours. Tapi buat  gue, pergantian dari hari kemarin (31/12/2016) ke hari ini (01/01/2017) sama saja dengan pergantian hari biasanya, sama saja dengan weekend biasanya, sama saja dengan hari libur biasanya, nothing special. Jadi gak ada perayaan apapun di rumah, gak ada pesta apapun di rumah, gak ada masakan spesial apapun di rumah. Ya di rumah, weekend kemarin hanya di rumah, nonton tv, baca buku, banyak tidur, istirahat meskipun pas saat jam 12 malam terdengar keramaian di langit Rawalumbu yang berasal dari kembang api.

Tetapi kalau ditanya bagaimana seharusnya melewati pergantian tahun?Menurut gue berkontemplasi atas apa saja yang sudah dicapai dan apa saja yang harus diperbaiki selama setahun kemarin adalah lebih penting. Kenapa?

1. Menjadi dasar membuat resolusi setahun ke depan

Dengan merenungkan atas apa saja yang telah dilakukan dan dicapai ataupun yang belum dicapai selama setahun kemarin mampu menjadi dasar sebelum kita melangkah di tahun mendatang. Hal ini juga akan menjadi dasar sebelum kita membuat resolusi untuk tahun depan. Bagaimana bisa seseorang membuat resolusi untuk tahun depan jika belum merenungkan apa saja yang telah dilakukan selama setahun ke belakang? Haha.. Contoh, tahun kemarin gue belum mencapai kenaikan jabatan, artinya hal ini menjadi dasar gue membuat resolusi tahun depan. Karena kemarin gue belum bisa mewujudkannya, tahun depan gue akan berusaha lebih keras agar memperoleh kenaikan jabatan.

2. Mengetahui kelemahan dan kelebihan diri

Review selama setahun ke belakang membuat guetahu apa saja kelemahan dan kelebihan dalam banyak hal, seperti pekerjaan, relationship, hubungan pertemanan, dsb. Sehingga gue tahu bagaimana harus memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang lebih baik kedepannya dan tahu bagaimana caranya mewujudkan resolusi dengan percaya diri. Contoh, setahun kemarin gue banyak mengeluh padahal kalau lebih banyak bersyukur tentu gue bisa merasa bahagia atas segala pencapaian.

3. Mengetahui prioritas

Belajar dari apa saja yang telah tercapai dan belum selama setahun ke belakang, membuat kita mengetahui apa saja yang seharusnya menjadi prioritas sehingga di tahun mendatang kita mampu menempatkan usaha untuk mencapai sesuai porsinya berdasarkan prioritas.

Nah, kalau kamu sudah berapa persen dari resolusi tahun 2016 yang sudah tercapai hingga bisa larut dalam kemeriahan perayaan tahun baru? Yuk, renungkan apa saja yang sudah dan belum tercapai agar mampu dengan bijak menentukan langkah untuk setahun kedepan!

Advertisements

One thought on “Tahun Baru?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s