Sepakung, Pesona Alam Semarang Yang Mulai Dikenal

Desa Wisata Alam Sepakung

Apa yang kamu ingat tentang Semarang? Simpang Lima, Masjid Agung Jawa Tengah, Lekker Paimo, Gereja Blenduk, Sam Poo Kong, atau Lawang Sewu? Ya, hampir semua orang sudah tahu tempat-tempat tersebut karena menjadi destinasi wajib dan seperti sudah menjadi icon Semarang. Namun, pernahkah kamu berkeinginan menjelajah Semarang sampai ke Kabupaten? Nah, aku akan coba menceritakan pengalamanku menjelajah salah satu tempat wisata di Kabupaten Semarang! Siapa tahu bisa menjadi referensi kamu yang ingin menikmati asrinya alam Semarang dan mengenal Semarang dari sudut yang lain.

Awal Oktober lalu, aku sempat singgah di Semarang untuk beberapa hari setelah menjelajah Yogyakarta. Lebih tepatnya mudik sih kalau ke Semarang hehe. Biasanya kalau ke Semarang, seringnya keliling di kota aja, wisata kuliner dan mengunjungi beberapa tempat yang menjadi icon Semarang. Agaknya aku bosan kalau hanya menjelajah kota jadi sebelum ke Semarang, aku sempat searching beberapa tempat wisata di Semarang yang sedang hits karena ingin mengunjungi tempat wisata baru. Pilihannya waktu itu, daerah Jatibarang, Elingbening, atau Wujil. Tapi ketika sampai di Semarang, tiba-tiba kakak sepupuku memberitahu sebuah tempat wisata baru yang  sedang hits tapi masih asri, namanya Desa Wisata Sepakung. Desa wisata ini berlokasi di pegungungan Telomoyo, sekitar 1,5 sampai 2 jam perjalanan dari pusat Kota Semarang, melewati Ungaran dan Ambarawa.

Rute Dan Lokasi Desa Wisata Sepakung Banyubiru Semarang2

Image Source : http://www.piknikyok.com/2017/08/rute-dan-lokasi-desa-wisata-sepakung-banyubiru-semarang.html

Setelah menempuh perjalanan cukup lama menggunakan sepeda motor, akhirnya sampai juga di gerbang Desa Wisata Sepakung. Iya! masih di gerbang, masih jauh untuk sampai ke Gardu Pandang (helipad) dan Gumuk Reco. Sebagai informasi nih, jalan di Desa Sepakung beberapa sudah diaspal, tapi cukup curam dan berkelok dengan kemiringan hampir 45 derajat.

20171001_100846-01

Untuk sampai ke Gardu Pandang, butuh waktu kurang lebih 1 jam bermodal petunjuk arah di sepanjang jalan dan bertanya ke penduduk. Harga tiket masuk untuk ke Gardu Pandang masih sangat murah lho! hanya dengan Rp 5.000/orang kamu bisa menikmati keindahan alam Semarang yang belum terlalu ramai pengunjung. Ya, desa wisata ini memang baru saja diresmikan, hal ini juga terlihat dari fasilitas-fasilitas pendukung di sekitar kawasan wisata yang masih dalam proses pembangunan.

Tips!

  1. Siapkan stamina yang cukup dan alas kaki yang proper, karena perjalanan yang cukup lama, hanya bisa ditempuh menggunakan sepeda motor dan untuk sampai ke gardu pandang kamu harus menaiki puluhan anak tangga yang masih alami (belum ada anak tangga dari kayu, tapi tanah yang bisa menjadi licin saat musim hujan)
  2. Bawa air minum dan makanan, karena untuk sampai di Gardu Pandang sangat melelahkan dan di sepanjang perjalanan hingga di Gardu Pandang hampir tidak ada warung atau penjual makanan dan minuman. Ada mata air alami sebelum sampai di Gardu Pandang, mungkin kamu bisa mencoba tapi saya tetap merekomendasikan agar kamu membawa sendiri.
  3. Tetap hati-hati saat naik ke atas, Desa Wisata ini memang menawarkan keindahan alam yang masih sangat asri dan tentunya instagramable tapi kamu harus tetap berhati-hati saat naik ke atas dan beristirahat saat mulai kelelahan. Jangan terburu-buru untuk sampai ke atas hanya demi foto kece tapi mengabaikan keselamatan ya!
  4. Bawa Jas Hujan, saat kesana memang Semarang sering diguyur hujan jadi better kamu bersiap membawa jas hujan ya!

Perjalanan yang lama dan melelahkan terbayar lunas ketika sampai di Gardu Pandang, dari sana kita bisa melihat pemandangan yang sangat asri, indah, dan teduh. Terlihat juga daerah wisata Rawa Pening. Mungkin setelah dari Desa Wisata Sepakung kamu bisa mencoba berwisata di Rawa Pening menaiki perahu.

20171001_112651-02

Spot foto Gardu Pandang (Helipad) di Desa Wisata Sepakung yang mulai hits!

Saya tak berlama-lama di spot ini karena masih ingin mengunjungi spot lainnya, yaitu Gumuk Reco yang membutuhkan waktu sekitar 30-45 menit dari Gardu Pandang. Meskipun melelahkan, tapi dijamin pemandangan alamnya sangat indah ditambah udara yang sangat sejuk dan bebas polusi! Saat turun (menuju ke spot selanjutnya) saya sempat berfoto di sekitar ladang warga, hehehe.

20171001_120748-01

Menurutku, Gumuk Reco menawarkan lebih banyak spot dibandingkan Gardu Pandang, diantaranya Ayunan Langit dan menara pandang. Kalau kamu cukup berani dan tidak takut ketinggian, kamu harus mencoba Ayunan Langit and voila! hasil foto jepretan petugas disana dijamin membuat instagram kamu kebanjiran Like karena kece banget! Yang paling penting, di Gumuk Reco sudah ada warung (yaa meskipun hanya 2 sampai 3 warung) tapi ini penting! hahaha. Setibanya di Gumuk Reco, saya memilih untuk makan siang terlebih dahulu. Menunya? Indomie dong! apalagi cuacanya lebih enak sambil menyantap semangkok Indomie rebus. Tiket masuknya kurang lebih sama dengan Gardu Pandang, Rp 5.000/orang ditambah parkir Rp 2.000.

20171001_130142-01

20171001_133455-01

Ayunan Langit

20171001_131330-02

Gumuk Reco lebih ramai dibandingkan Gardu Pandang, karena mungkin jaraknya yang lebih dekat. Tapi memang Desa Wisata Sepakung ini wajib dikunjungi sebelum akan semakin hits dan semakin ramai seperti tempat wisata lainnya yang sejenis ini di Bandung dan Yogyakarta. Desa Wisata Alam Sepakung memang menawarkan keindahan alam yang sangat indah dan ada beberapa spot lainnya selain Gardu Pandang dan Gumuk Reco seperti Cemoro Sewu, dll. Hal ini sebaiknya menjadi perhatian pemerintah daerah setempat untuk membangun fasilitas-fasilitas pendukung yang baik di sekitar lokasi wisata dan memberdayakan penduduk sekitar untuk membuat barang kerajinan yang bisa dijual sebagai oleh-oleh karena saya belum melihat ini ketika berkunjung kesana. So, kamu mau coba menjelajah Kabupaten Semarang? Packing and travel now!

20171001_131729-01 

-Ulanhapsari-

Advertisements

3 thoughts on “Sepakung, Pesona Alam Semarang Yang Mulai Dikenal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s